
Samsung Galaxy Book 4 Edge, laptop pertama Samsung yang ditenagai prosesor Arm dari Microsoft, menjanjikan kecepatan dan daya tahan baterai yang mampu menyaingi MacBook Air Apple. Laptop ultra tipis dan ringan ini hadir dalam ukuran layar 14 inci dan 16 inci, didukung oleh chip Qualcomm Snapdragon X Elite tercepat.
Meskipun demikian, harga premiumnya yang mencapai £1,700 untuk versi 16 inci membuat laptop ini bersaing langsung dengan produk unggulan dari Microsoft, Dell, dan Apple.
Desainnya cukup standar, mengingatkan kita pada Galaxy Book Samsung lainnya. Bodi aluminium yang halus dan desain yang ramping terasa premium, tetapi secara keseluruhan desainnya kurang menarik. Namun, layar sentuh OLED 3K (2880 x 1800) dengan refresh rate 120Hz adalah daya tarik utama.
Layar yang cerah, tajam, dan halus membuat tampilan visual sangat mengesankan. Meskipun rentan terhadap sidik jari dan kecerahannya tidak setinggi kompetitor, lapisan anti-silau memberikan kenyamanan saat bekerja di bawah pencahayaan terang.
Performa dan Konektivitas
Laptop ini ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon Elite X Arm, versi yang sedikit lebih cepat dibandingkan yang ada di Microsoft Surface Pro. Perbedaan performa dalam penggunaan sehari-hari minimal, tetapi saat dipaksa bekerja maksimal, Samsung Galaxy Book 4 Edge menjadi yang tercepat di antara laptop Snapdragon X.
Kinerjanya sebanding dengan laptop Intel Core Ultra dan Apple M3 di MacBook Air. Akan tetapi, chip Arm masih memiliki kendala kompatibilitas aplikasi dan aksesori. Sebagian besar aplikasi berjalan lancar, namun aplikasi yang belum diperbarui untuk chip Arm mungkin berjalan lambat atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali.
Konektivitasnya cukup lengkap dengan WiFi 7, Bluetooth 5.3, 2x USB4, headphone jack, dan HDMI 2.1 (USB-A dan microSD hanya pada versi 16 inci).
Sayangnya, daya tahan baterai tidak sesuai ekspektasi. Dalam pengujian, baterai hanya bertahan sekitar delapan jam dengan penggunaan campuran browsing, menulis, chatting, dan aplikasi pengambilan catatan. Ini setara dengan laptop bertenaga Intel, tetapi jauh di bawah laptop unggulan lainnya yang mampu bertahan dua kali lebih lama.
Fitur AI-nya juga cukup standar, tidak terlalu istimewa, meskipun beberapa fitur seperti subtitle otomatis cukup berguna. Integrasi dengan perangkat Samsung lainnya, seperti ponsel atau earphone Galaxy, cukup baik. Pengguna dapat memindahkan layar ponsel ke PC, menggunakan tablet sebagai layar kedua, menyalin dan menempelkan antar perangkat, dan menghubungkan earphone secara otomatis.
Kesimpulannya, Samsung Galaxy Book 4 Edge adalah laptop yang bagus, tetapi bukan yang terbaik. Performa dan layarnya memang impresif, namun daya tahan baterai yang kurang memuaskan dan harga yang tinggi menjadi pertimbangan.
Kecuali Anda pengguna setia Samsung dan ingin memanfaatkan ekosistem Samsung secara maksimal, ada pilihan laptop Copilot+ lain yang lebih baik dengan harga yang setara.